Tuesday, November 21, 2017
Sendiri menepis sunyi
malam terkulai lemah,
menyerah pada sunyi
ditikam sepi
menusuk jantung puisi.
menyerah pada sunyi
ditikam sepi
menusuk jantung puisi.
berlari melawan kisah
sumbang mata menatap arah,
serak dan pecah, terbelah
suarakan rindu takhlukan bunyi,
gelisah dalam isyarat bertanda
dibalik diamnya semesta
tersembunyi diujung bait
sendiri dalam sebuah puisi.
sumbang mata menatap arah,
serak dan pecah, terbelah
suarakan rindu takhlukan bunyi,
gelisah dalam isyarat bertanda
dibalik diamnya semesta
tersembunyi diujung bait
sendiri dalam sebuah puisi.
Petuah Kehidupan
Petuah Kehidupan
Panah khilaf menembus jantung tak terduga
Pakar terkapar dikenang diatas daun lontar
Gugat salah berkalang tanah tiada guna
Harap sinyal kasih sayang-Nya menukik kedalam jantung hati
Sepakat mufakat ikuti janji suci dalam dukungan bunda
Sucinya Ikan memicu kehendak mengangkat martabat
Tidak menunggu pekan depan, sekarang juga
Tegas konsisten jangan seperti karet
Panah khilaf menembus jantung tak terduga
Pakar terkapar dikenang diatas daun lontar
Gugat salah berkalang tanah tiada guna
Harap sinyal kasih sayang-Nya menukik kedalam jantung hati
Sepakat mufakat ikuti janji suci dalam dukungan bunda
Sucinya Ikan memicu kehendak mengangkat martabat
Tidak menunggu pekan depan, sekarang juga
Tegas konsisten jangan seperti karet
Gugah nurani pelebur dosa
Ikhlas hayati hidup dalam sangkar cahaya rumah indah
Laku unggul hendaklah ditebarkan
Kentalnya sifat ningrat dijaga ketat
Ikuti panduan yang telah ditetapkan
Tarian Jari menari diatas putihnya media
Berbagi yang hasilnya berkembang seperti bulir padi
Mawar tolak upah semerbaknya
Tolak tengkar sesama, bertengkar dan kalahkan diri
Kebut pacu waktu mengejar setoran pahala
Senyum bibir kulum tersungging pada akhirnya
Ikhlas hayati hidup dalam sangkar cahaya rumah indah
Laku unggul hendaklah ditebarkan
Kentalnya sifat ningrat dijaga ketat
Ikuti panduan yang telah ditetapkan
Tarian Jari menari diatas putihnya media
Berbagi yang hasilnya berkembang seperti bulir padi
Mawar tolak upah semerbaknya
Tolak tengkar sesama, bertengkar dan kalahkan diri
Kebut pacu waktu mengejar setoran pahala
Senyum bibir kulum tersungging pada akhirnya
Sunday, November 19, 2017
Biarkan Aku Melintas Di Fana Ini
Biarkan Aku Melintasi Fana Ini
Aku ini warna warna yang tertumpah
Di atas bentangan putih bersih
Terlihat acak di matamu
Caci dan hina berkelakar sudah
Begitu cepat kau vonis
Sebelum jariku menari
Warna itu kan kususun dengan hayalku
Baik buruk kehidupan kan kubentuk dalam keindahan
Tawa tangis jadi seni pandang yang tak terbatas
Jadilah hiasan dinding jaman
Setelahnya...
Tiada guna kau sadari diri
Hina cacimu tlah torehkan luka
Walau maafku tlah terujar
Hati tak pernah dusta
Pernah luka oleh runcingnya hina cacimu
Aku ini warna warna yang tertumpah
Di atas bentangan putih bersih
Terlihat acak di matamu
Caci dan hina berkelakar sudah
Begitu cepat kau vonis
Sebelum jariku menari
Warna itu kan kususun dengan hayalku
Baik buruk kehidupan kan kubentuk dalam keindahan
Tawa tangis jadi seni pandang yang tak terbatas
Jadilah hiasan dinding jaman
Setelahnya...
Tiada guna kau sadari diri
Hina cacimu tlah torehkan luka
Walau maafku tlah terujar
Hati tak pernah dusta
Pernah luka oleh runcingnya hina cacimu
PUISI CINTA
Kusadar
Tertulis indah namamu dalam sunyi kalbuku
Lembut bayanganmu kugapai dalam tatapan sunyi
Rima indah sang pendosa,prosa dawai menepis karma
Sajak malaikat tak seindah alunan pandora...
Diam dan kelu seluruh jiwa terbuai asa dalam cita
Tak ubah angin membelai sukma,jauhkan duka nestapa
Semua kan menjadi riang diantara dekap tutur kata sang pendosa
Angkara mencari keberkahan hidup
Kubisikkan bait rasa pada mimpi...
Riuh tepuk iblis iblis kecil,terbahak ria menatap diri
Saat kugeluti ragamu....
Kau hanya bayang semu yang selalu hiasi anganku
Dan kau hanya pantas kukagumi...
Dan tak pantas kumiliki...
Lembut bayanganmu kugapai dalam tatapan sunyi
Rima indah sang pendosa,prosa dawai menepis karma
Sajak malaikat tak seindah alunan pandora...
Diam dan kelu seluruh jiwa terbuai asa dalam cita
Tak ubah angin membelai sukma,jauhkan duka nestapa
Semua kan menjadi riang diantara dekap tutur kata sang pendosa
Angkara mencari keberkahan hidup
Kubisikkan bait rasa pada mimpi...
Riuh tepuk iblis iblis kecil,terbahak ria menatap diri
Saat kugeluti ragamu....
Kau hanya bayang semu yang selalu hiasi anganku
Dan kau hanya pantas kukagumi...
Dan tak pantas kumiliki...
Saturday, November 18, 2017
Puisi tentang semangat ayah menghidupi anaknya
Untukmu Malaikat kecilku
Terbangun dari mimpi semalam
Hembuskan napas harapan
Rangkai strategi tuk habiskan hari
Untuk kalian.
Wajah wajah polos tanpa dosa yang selalu membuatku tersenyum
Walau remuk redam seluruh tubuh di kala senja
Semua kan sirna
Tersapu celoteh kalian malaikat2 kecilku
Yang kupinta
Untaian senandung Doa
Agar tak ada kerikil dan karang yang menghalang
Di setiap tapak kehidupan yang kuselusuri
Di setiap samudra yang kuarungi
N.Nuriasa
puisi bebas tentang kebangkrutan
Tubuh Kering
Melambai kering dan jatuh
Setubuh inginkan kehijauan
Mereka berpandang dan berpaling
Pintanya aku lenyap di fana ini
Satu persatu daunku jatuh
Tersapu angin lalu kering
Membusuk dan membumi
Tuhan...................
Kudamba tetesMu penyegar sukma
Kuingin hijau kembali
Tak ada lagi ranting dan kering
N.Nuriasa
puisi bebas tentang alam.
Musnahnya Keangkuhan
Angin menerjang kilat menyambarAwanpun kian menghitam
Kuasai mayapada dengan ketakutan
kulihat kau mendengkur berselimutkan kekawatiran
Angkuhmu lenyap tak berbekas
Kemarin tanganmu begitu ringan
Rusak belantara tempat air bersemayam
tunggang langgang lari mereka
binatang penghuni belantara
Sesalpun tiada arti
Umurmu pun tak cukup tuk mengembalikannya
Hanya satu yang dapat kita lakukan
Tanamkan kepribadian yang baik pada anak cucu
Sayangi alam dan seisinya
N.Nuriasa
Subscribe to:
Posts (Atom)
DEWI [DEWI PARWATI]
Indah malam ini di bebatuan yangg menyibak lautan giri emas.. menjadikan ku mengenang ...
-
malam terkulai lemah, menyerah pada sunyi ditikam sepi menusuk jantung puisi. berlari melawan kisah sumbang mata menatap arah, sera...
-
Kusadar Tertulis indah namamu dalam sunyi kalbuku Lembut bayanganmu kugapai dalam tatapan sunyi Rima indah...



